Mengapa penting bagi orang awam untuk memperoleh keterampilan untuk menceritakan dan mencatat riwayat medis?

  Dengan munculnya pengobatan internet, pengobatan Internet of Things dan pengobatan internet seluler, telah terjadi pergeseran dari perawatan medis tatap muka secara langsung dan real-time. Mayoritas konsultasi medis dilakukan melalui internet. Tanggung jawab sebagai pasien adalah untuk memperbaiki diri sebanyak mungkin dengan informasi klinis yang lengkap, jujur dan dapat diandalkan (gejala, tanda, tes dan pemeriksaan). Bagi orang yang belum pernah dididik dalam bidang ini, tugas ini memang agak sulit untuk diselesaikan. Namun demikian, jika informasi dasar ini, yang digunakan untuk analisis, penilaian dan penalaran, tidak akurat, saran dan diagnosis dokter akan dapat diprediksi. Berdasarkan informasi klinis inilah dokter akan menganalisis, menalar dan membuat penilaian, dan hanya jika informasi dasar akurat, barulah diagnosis yang benar dapat dibuat. Bagaimana riwayat medis dijelaskan dan dicatat? Secara umum, ini adalah catatan kronologis, mulai dari awal penyakit. Yang terbaik adalah menggunakan tanggal atau waktu tertentu. Dua hal berikut ini harus dipertimbangkan ketika memberikan penjelasan langkah demi langkah yang jelas.  1. Jelaskan secara rinci, secara kronologis, gejala-gejala yang Anda alami dan hasil dari berbagai tes laboratorium yang Anda terima.  Misalnya, pada tanggal 1 Juni, tiba-tiba saya merasakan nyeri kram yang tajam di perut bagian bawah sekitar pukul 8 pagi, dan pada pukul 4 sore, rasa sakit itu tetap di perut kanan bawah saya. Saya pergi ke ruang gawat darurat rumah sakit pusat kabupaten dan menjalani tes darah rutin dengan jumlah sel darah putih 18.000/ml dan persentase neutrofil 90,2%. Dokter memberikan natrium sefuroksim secara intravena untuk pengobatan. Pada pukul 7 malam, mulai menggigil, menggigil, dan demam, dengan suhu 39,2°C. Catatan seperti itu sangat membantu dokter untuk memahami perkembangan penyakit, dan dokter memberikan saran yang lebih akurat berdasarkan hasil ini.  2. Jelaskan gejalanya sedikit demi sedikit.  Misalnya, ketika menjelaskan batuk, tulislah dengan jelas seberapa sering batuk itu terjadi, apa yang memicunya (iritasi seperti rokok, cat, dll.), kapan batuk itu terjadi (pagi dan sore hari, musim, dll.), dan apakah ada dahak atau darah ketika batuk. Misalnya, sakit tenggorokan, menggigil, demam, hidung tersumbat, dan bersin-bersin sejak Tahun Baru Imlek 2014, diobati dengan Tylenol oral, yang meredakan semua gejala kecuali batuk setelah seminggu. Namun demikian, batuknya tetap ada tanpa rasa lega dan datang dan pergi. Dia mengalami batuk kering tanpa dahak dan pada dasarnya tidak batuk di malam hari. Ada hidung tersumbat, bersin-bersin, dan hidung meler yang jernih di pagi hari. Batuk dipicu ketika ada asap rokok, asap minyak, debu, dll. di lingkungan, dan juga ketika ada udara dingin. Tidak pernah ada hemoptisis. Diobati secara oral dengan berbagai antimikroba (nama obat tertentu). Deskripsi terperinci ini akan membantu dokter untuk menganalisis pemicu batuk.