Anak-anak yang menyeka bagian bawahnya di toilet dengan darah biasanya terlihat dalam pemeriksaan klinis dengan dua kondisi: 1. Fisura anus, yaitu fisura di sekitar anus yang disebabkan oleh sembelit atau buang air besar yang kering, keras atau kasar. Biasanya terjadi di dekat garis dentate dan dapat dilihat dengan jelas sebagai celah pada anus selama pemeriksaan fisik. Solusi utama untuk fisura anus adalah melunakkan feses dan memperbaiki kebiasaan buang air besar dan diet. Fisura anus memiliki rasa sakit yang jelas saat buang air besar dan biasanya berdarah saat buang air besar yang keras dan kering, tetapi tidak saat buang air besar yang encer. 2. Polip usus, perdarahan yang disebabkan oleh polip usus biasanya tidak disertai dengan rasa sakit saat buang air besar dan darah dapat ditemukan di permukaan tinja atau di sekitar anus baik itu tinja yang keras dan kering maupun tinja yang encer, terkadang polip dapat terlihat pada lubang anus dan memiliki riwayat yang panjang. Satu-satunya solusi untuk polip adalah mengidentifikasinya dengan kolonoskopi dan mengangkatnya untuk pemeriksaan patologis.