Inilah yang perlu Anda ketahui tentang tumor kuning di perut

Setelah menjalani gastroskopi, banyak pasien yang melihat “tumor kuning pada perut” pada laporan gastroskopi dan bertanya-tanya apa itu. Jadi, mari kita kenali bersama. Tumor kuning lambung, juga dikenal sebagai tumor makula lambung dan pulau lipid, adalah respons proliferasi sel jaringan terhadap perubahan lipid plasma dan merupakan lesi non-neoplastik yang sebagian besar terjadi pada orang paruh baya dan lanjut usia. Apakah ada gejala tumor kuning pada lambung? Tumor kuning lambung sering kali tidak memiliki gejala atau tanda klinis yang spesifik, tetapi biasanya terdeteksi secara tidak sengaja melalui gastroskopi dan dapat terjadi di mana saja di dalam lambung, paling sering di sinus lambung, diikuti oleh antrum. Secara gastroskopi, ia tampak sebagai elevasi datar bulat atau oval, berwarna kuning atau putih kekuningan, dengan batas yang jelas dan permukaan yang sedikit kasar. Secara histologis, tumor ini ditandai dengan kumpulan sel seperti busa yang mengandung lemak netral di lamina propria mukosa. Mengapa ada tumor kuning di lambung? Patogenesis tumor kuning lambung masih belum jelas, tetapi saat ini terdapat tiga pandangan medis mengenai mekanisme terjadinya: ① Sisa respons inflamasi terhadap cedera mukosa lambung: penghancuran dan perbaikan jaringan secara fokus selama respons inflamasi tubuh, dengan banyak sisa fragmen sel yang mengandung lipid yang diambil oleh fagosit dan akhirnya membentuk sel busa. Sel busa merupakan dasar histopatologis yang penting untuk tumor kuning, sehingga cedera mukosa dianggap sebagai faktor penyebab utama. (2) Gangguan metabolisme lipid akibat cedera mukosa lambung: gangguan metabolisme lipid yang terlokalisasi pada lesi cedera mukosa lambung memengaruhi transportasi lipid, yang mengakibatkan penumpukan lipid di dalam sel dan pembentukan kristal lipid, yang kemudian berkembang menjadi tumor kuning lambung. (3) Metaplasia epitel usus pada mukosa lambung. Mukosa usus memiliki fungsi untuk menyerap lipid dalam rongga lambung, tetapi lipid tidak dapat diangkut keluar tepat waktu setelah penyerapan, sehingga membentuk tumor kuning lambung. Ketiga pandangan yang disebutkan di atas secara bersama-sama menunjukkan bahwa pembentukan tumor kuning lambung didasarkan pada kerusakan mukosa lambung. Bagaimana cara penanganannya? Tidak ada bukti langsung yang menunjukkan bahwa tumor kuning dapat menyebabkan kanker lambung, tetapi tumor ini sering dikenali sebagai lesi prakanker, dan pengangkatan dini sangat dianjurkan. Sebagian besar tumor kuning dapat diangkat sekaligus dengan forsep biopsi, sementara tumor yang lebih besar dapat diangkat sebagian atau dengan microwave atau koagulasi argon. Jika tumor kuning dikaitkan dengan gastritis superfisial atau gastritis atrofi, penyakit yang menyertainya harus diobati secara aktif untuk mendorong pemulihan fungsi mukosa lambung. Dokter, apa yang harus saya perhatikan? Kerusakan mukosa lambung sangat erat kaitannya dengan pola makan. Penting untuk mengubah kebiasaan buruk dalam hidup, berhenti merokok dan alkohol, serta menghindari makanan pedas dan merangsang. Penting juga bagi setiap orang untuk memiliki kebiasaan makan yang baik.