Untuk pasien dengan pneumonia berat, diperlukan pengendalian infeksi yang cepat, penekanan respons inflamasi, manajemen jalan napas yang lebih baik dan dukungan ventilasi, serta penghindaran kegagalan peredaran darah. Pneumonia umumnya merujuk pada peradangan yang terjadi di antara saluran napas terminal, alveoli dan interstitium, dan dapat dipicu oleh mikroorganisme patogen, faktor fisikokimia, cedera kekebalan tubuh, serta alergi dan obat-obatan. Dari semua ini, pneumonia bakteri adalah jenis pneumonia yang paling umum. Pneumonia yang parah berarti tingkat peradangannya tinggi dan mungkin ada kemungkinan penyebaran sistemik dari peradangan di paru-paru, sehingga perlu untuk mengidentifikasi penyebab peradangan dan menggunakan obat yang sesuai. 1. Jika pneumonia disebabkan oleh infeksi bakteri, pengobatan anti-infeksi diperlukan untuk mengendalikan infeksi dengan cepat. Kultur dahak dan tes sensitivitas obat biasanya diperlukan untuk memilih antibiotik yang lebih efektif dalam membunuh bakteri. 2. Jika pneumonia disebabkan oleh infeksi virus, seperti influenza, obat antivirus seperti oseltamivir dapat digunakan. Selain itu, hormon dapat digunakan sebagaimana mestinya untuk mengobati gejala dan menekan respons peradangan. Namun, perlu diperhatikan bahwa hormon dapat menyebabkan infeksi sekunder, osteoporosis, nekrosis kepala femoralis, dan gejala sisa yang lebih serius. 3. Bagi mereka yang mengalami gagal napas dan sesak napas, manajemen jalan napas dan dukungan ventilasi harus diperkuat untuk memastikan pernapasan pasien dan menghindari terjadinya hipoksia. Selain itu, untuk pasien dengan pneumonia berat, perawatan suportif pada tingkat kekebalan tubuh dan tingkat nutrisi diperlukan. Kesimpulannya, pneumonia berat adalah penyakit serius yang perlu diperiksa dan ditangani secara ketat oleh dokter, dan pasien serta keluarganya harus bekerja sama secara ketat dengan dokter.