Apa saja tes untuk glomerulonefritis?

Ada banyak tes untuk glomerulonefritis, termasuk tes darah, tes urin, biopsi tusukan ginjal, USG ginjal dan CT ginjal. Pemeriksaan darah biasanya meliputi pemeriksaan darah rutin, biokimia darah, pemeriksaan penanda kekebalan tubuh, pemeriksaan hemoglobin terglikasi, pemeriksaan virus hepatitis B dan C serta pemeriksaan human papillomavirus, kadar serum komplemen C3 dan C4, dan lain-lain, yang pada awalnya dapat menentukan penyebab dan tingkat keparahan glomerulonefritis. Pemeriksaan urin meliputi pemeriksaan urin rutin dan sedimen, tes protein urin kuantitatif 24 jam, dan mikroskop kontras fase urin. Pasien dengan glomerulonefritis umumnya akan memiliki protein urin positif, darah samar urin positif dan tes kuantitatif protein urin 24 jam yang abnormal. Pemeriksaan pungsi ginjal dapat memperjelas tipe patologis nefritis, yang sangat penting untuk diagnosis dan pengobatan glomerulonefritis serta penilaian prognosis. Ultrasonografi ginjal dan CT ginjal dapat mengamati morfologi ginjal, ketebalan korteks, dan apakah ada lesi substansial untuk menilai perkembangan penyakit. Setelah menderita glomerulonefritis, pasien harus melakukan pemeriksaan yang tepat sesuai dengan petunjuk dokter, dan mengikuti petunjuk dokter untuk pengobatan setelah diagnosis yang jelas.