Tes fungsi kardiopulmoner dapat dibagi menjadi penilaian fungsi jantung dan penilaian fungsi paru. 1. Penilaian fungsi jantung: termasuk klasifikasi gejala (seperti klasifikasi fungsi jantung NYHA), ekokardiografi, tes beban jantung (seperti tes latihan elektrokardiografi, tes beban obat, tes pencitraan miokard nuklir beban latihan, tes jalan kaki 6 menit). 2. Penilaian fungsi paru-paru: tes volume paru-paru (volume tidal, volume inspirasi, volume ekspirasi, volume inspirasi dalam, volume udara residu fungsional, kapasitas paru-paru, volume total paru-paru), tes fungsi ventilasi paru-paru (ventilasi per menit, ventilasi sukarela maksimum, kapasitas paru-paru pengerahan tenaga, aliran ekspirasi maksimum, ventilasi alveolar). Jantung adalah organ daya yang penting bagi tubuh manusia, dan penilaian fungsi jantung sangat penting dalam diagnosis penyakit jantung, memahami cadangan fungsional dan kapasitas adaptasi jantung, merumuskan resep rehabilitasi, dan menilai prognosis. Tes fungsi paru dapat membantu deteksi dini penyakit paru dan saluran napas, menilai tingkat keparahan dan prognosis penyakit, serta mengevaluasi kemanjuran pengobatan atau perawatan lainnya. Tes fungsi paru tidak cocok untuk semua orang, dan harus dilakukan pada waktu yang tepat. Dokter akan menganalisis situasi dan membuat diagnosis yang jelas sesuai dengan keadaan spesifik.