Tujuan utama kacamata untuk anak-anak dengan strabismus adalah untuk memperbaiki posisi mata dan hanya untuk memperbaiki penglihatan mereka. Jika seorang anak dengan strabismus memiliki ambliopi, penglihatan mereka tidak langsung membaik ketika mereka memakai kacamata, tetapi secara bertahap melalui pelatihan. Tidak seperti kacamata rabun, yang mudah diterima anak-anak karena mereka merasa jernih dan nyaman setelah memakainya, sebagian besar anak-anak dengan strabismus memakai kacamata rabun dekat, terutama kacamata untuk mengoreksi kemiringan internal, dan ketika mereka pertama kali memakainya, penglihatan mereka tidak hanya tidak membaik, tetapi mereka melihat hal-hal yang lebih kabur, dan beberapa di antaranya menyebabkan pusing dan mata kabur, yang membutuhkan proses adaptasi. Fenomena ini terutama disebabkan oleh fakta bahwa resep kacamata rabun dekat diuji dengan atropin untuk melebarkan pupil dan otot siliaris benar-benar lumpuh, dan kacamata dipakai sesuai dengan jumlah penuh. Setelah pupil kembali normal, otot siliaris kembali ke keadaan tegang dan sebagian rabun dekat tertutupi oleh penyesuaian berlebih, yang membuatnya tidak nyaman untuk dipakai pertama kali. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan pengobatan, anak harus dipaksa untuk bersikeras memakainya, dan setelah jangka waktu tertentu, otot-otot siliaris dipaksa untuk secara bertahap rileks dan beradaptasi dengan pemakaian lensa. Jika beberapa anak masih belum bisa beradaptasi, Anda bisa mengoleskan salep mata atropin dua hari sekali atau sekali sehari selama 3 sampai 5 hari, sehingga otot siliaris bisa rileks kembali sebelum memakai kacamata, dan gejala maladjustment akan hilang. Setelah kacamata dipasang, kacamata harus dipakai tanpa gangguan, dan tidak boleh dilepas kecuali untuk tidur. Jika Anda berhenti memakainya selama beberapa hari, otot siliaris akan menjadi tegang kembali dan maladjustment yang disebutkan di atas akan terjadi lagi. Anak-anak dengan strabismus internal umumnya perlu memakai lensa selama tiga hingga enam bulan sebelum hasilnya dapat dilihat. Untuk mencegah kerusakan kacamata ketika anak-anak bermain-main dengannya, karet gelang bisa diikatkan ke bagian belakang kepala. Untuk mencegah lensa pecah dan merusak mata, lensa resin yang tidak mudah pecah dapat dipakai, tetapi lensa resin tidak tahan lama dan perlu dilindungi. Setelah memakai lensa, anak-anak dengan strabismus harus bersikeras untuk melakukan peninjauan rutin di rumah sakit, biasanya setiap 1 hingga 3 bulan sekali, untuk mengamati perubahan strabismus dan peningkatan penglihatan setelah memakai lensa, sehingga dokter dapat melacak efek pengobatan, membuat rencana perawatan berikutnya sesuai dengan perubahan anak dan menyesuaikan derajatnya pada waktunya.