Perbedaan antara injeksi subkutan dan injeksi intramuskular adalah tempat penyuntikannya berbeda dan kecepatan penyerapannya pun berbeda. 1. Injeksi intramuskular: Injeksi intramuskular perlu disuntikkan di lapisan otot, yang kaya akan pembuluh darah dan menyerap lebih cepat. Injeksi intramuskular biasanya digunakan untuk pengobatan serum antivirus. Karena suplai darah yang kaya di sekitar otot, ia dapat menyebar ke lesi dengan cepat untuk mencapai efek terapeutik, sedangkan sudut injeksi intramuskular adalah 90 derajat. Namun, jika injeksi intramuskular dilakukan pada otot bisep, disarankan agar ujung jarum disuntikkan secara intramuskular pada sudut 30-45 derajat ke kulit. Otot ini kaya akan saraf perifer, jadi perhatian harus diberikan pada posisi saat menyuntikkan obat. 2. Injeksi subkutan: Injeksi subkutan perlu disuntikkan ke dalam lapisan lemak subkutan, yang lebih lambat diserap. Biasanya dapat digunakan untuk injeksi insulin, injeksi vaksin kusta, vaksin influenza, dll. Sudut injeksi biasanya sekitar 30 derajat hingga 45 derajat, dan perhatian harus diberikan pada pemosisian dan operasi teknis aseptik saat menyuntikkan. Obat yang berbeda memerlukan metode dan pendekatan injeksi yang berbeda, jadi disarankan untuk selalu berada di bawah bimbingan dokter untuk menghindari penundaan penyakit dan mempengaruhi kesehatan Anda.