Baru-baru ini, sebuah penelitian yang dilakukan oleh dokter anak di luar negeri menunjukkan bahwa jika bayi berusia antara satu setengah hingga dua bulan diletakkan di depan televisi, mereka akan terus menatapnya dan terlihat sangat tenang dan patuh. Namun, jika bayi dibiarkan melakukannya dalam waktu yang lama, hal itu akan membuat kepala mereka hanya bereaksi terhadap suara mekanis di TV, tetapi sama sekali tidak bereaksi terhadap suara ibu mereka sendiri, karena suara mekanis tidak sama dengan suara fisik ibu. Para ahli medis mengatakan bahwa hal ini merupakan penyebab penting dari autisme. Saat menonton TV, korteks kiri otak bayi, yang bertanggung jawab atas fungsi visual, analitis, dan komputasi, akan terpencar-pencar karena pergerakan perhatian dengan layar; pada saat yang sama, korteks kanan, yang menerima sinyal warna, juga akan kehilangan penghambatan informasi. Akibatnya, jalur antara korteks kiri dan kanan akan berkurang, sehingga struktur otak akan terganggu. Oleh karena itu, para ahli merekomendasikan kepada para orang tua, bahwa setelah kelahiran, khususnya pada beberapa bulan pertama, penting untuk melakukan berbagai interaksi dengan bayi mereka, seperti bermain, berdialog, dan kontak fisik.