Autisme masa kanak-kanak, juga dikenal sebagai autisme masa kanak-kanak, adalah sekelompok gangguan perkembangan mental yang dimulai sebelum usia 3 tahun dan paling mewakili gangguan perkembangan pervasif, yang ditandai dengan gangguan dalam interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku yang terbatas, stereotip, dan berulang. Gangguan perkembangan pervasif meliputi autisme masa kanak-kanak, sindrom Asperger, sindrom Rett, gangguan disintegratif masa kanak-kanak, autisme atipikal, dan gangguan perkembangan pervasif yang belum ditentukan. Saat ini, terdapat kecenderungan internasional untuk secara kolektif menyebut autisme masa kanak-kanak, sindrom Asperger, dan autisme atipikal sebagai gangguan spektrum autisme, dan prinsip-prinsip pengobatan dan rehabilitasi pada dasarnya sama. Epidemiologi Autisme pada masa kanak-kanak adalah gangguan perkembangan mental yang semakin umum. Hasil Survei Sampel Nasional Kedua untuk Penyandang Disabilitas menunjukkan bahwa anak-anak berusia 0-6 tahun dengan disabilitas mental (termasuk ganda) mencapai 1,10 persen dari semua anak berusia 0-6 tahun di Tiongkok, atau sekitar 111.000 orang, di mana 36,9 persen di antaranya, atau sekitar 41.000 orang, mengalami disabilitas mental sebagai akibat dari autisme. Autisme pada masa kanak-kanak lebih sering terjadi pada anak laki-laki, dan prevalensinya tidak bergantung pada etnis, geografi, budaya, dan tingkat perkembangan sosial ekonomi. Etiologi Autisme pada masa kanak-kanak adalah gangguan perkembangan mental berbasis biologis yang disebabkan oleh berbagai faktor dan terjadi pada individu yang memiliki kecenderungan genetik sebagai respons terhadap faktor lingkungan tertentu. Faktor genetik merupakan penyebab utama autisme pada masa kanak-kanak. Faktor lingkungan, terutama yang terpapar pada janin selama periode kritis perkembangan otak, juga meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan ini.