Cara mengintervensi interaksi sosial untuk anak kecil dengan autisme

Tujuan: Untuk membandingkan efektivitas intervensi yang berbeda yang diterapkan oleh dua kelompok orang tua dalam program Interaksi Sosial Dini (Early Social Interaction/ESI). Intervensi berlangsung selama sembilan bulan. Penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok: Individual-ESI (intervensiis-orang tua tunggal, instruksi satu lawan satu) memberikan pendidikan berbasis rumah atau komunitas 2-3 kali per minggu, dan Kelompok-ESI (intervensiis-4-5 orang tua, instruksi kelompok kecil) memberikan instruksi klinik mingguan untuk orang tua. Orang tua di kedua kelompok diajari cara memasukkan strategi manajemen perilaku yang tepat dalam kehidupan sehari-hari anak mereka untuk membantu anak mereka meningkatkan komunikasi sosial. METODE: Uji coba terkontrol secara acak digunakan. Peserta termasuk 82 anak yang didiagnosis dengan gangguan spektrum autisme onset dini pada usia 16-20 bulan. Anak-anak dicocokkan berdasarkan tingkat non-verbal sebelum perawatan dan setiap pasangan secara acak ditugaskan ke dalam kelompok Individu-ESI atau Kelompok-ESI. Hasil anak-anak dinilai pada awal dan pada akhir intervensi selama sembilan bulan, termasuk komunikasi sosial, gejala autisme, perilaku adaptif, dan tingkat perkembangan. HASIL: Anak-anak dalam kelompok Individual-ESI menunjukkan perubahan yang signifikan setelah dilakukannya penilaian observasi komunikasi sosial yang terstandarisasi oleh para psikolog, dan kelompok Individual-ESI juga menunjukkan berbagai tingkat peningkatan dalam hal komunikasi yang dilaporkan oleh orang tua, kehidupan sehari-hari, dan keterampilan sosial. KESIMPULAN: Temuan ini mendukung efek fasilitasi dari Individual-ESI pada hasil pemulihan anak-anak, yang menunjukkan pentingnya konseling orang tua yang diindividualisasikan dalam lingkungan alami.