“Prinsip beras” untuk menangani cedera olahraga

  Kedokteran olahraga memiliki ‘prinsip beras’ (RICE), yang khusus untuk penanganan cedera olahraga. Jika cederanya tidak serius, Anda bisa mengikuti prinsip ini sendiri, tetapi jika tidak sembuh, Anda harus selalu menemui dokter.  ”Huruf pertama R adalah singkatan dari rest (istirahat), yang mengharuskan atlet untuk berhenti melatih area yang cedera dan beristirahat untuk mempercepat pemulihan. Huruf C ketiga adalah singkatan dari constrict (kompresi), kompresi mengurangi pembengkakan pada area yang cedera dan dapat dibungkus dengan perban elastis di sekitar area yang cedera, seperti kaki, pergelangan kaki, lutut, dan paha, untuk mengurangi pendarahan internal. Tinggikan area yang cedera dengan es dan kompresi untuk mengurangi sirkulasi darah ke area yang cedera dan menghindari pembengkakan. Cedera harus ditinggikan di atas jantung dan, jika memungkinkan, selama 24 jam setelah cedera. Apabila dicurigai adanya fraktur, maka harus diamankan dengan bidai sebelum elevasi.