Beberapa anak dengan sindrom Tourette dapat berangsur-angsur membaik pada akhir masa remaja, tetapi masih ada beberapa orang yang gejalanya tetap ada, sehingga disarankan agar anak-anak dengan sindrom Tourette diperiksa dan ditangani tepat waktu. Sindrom Tourette adalah salah satu jenis Gangguan Tourette, yang ditandai dengan tics tak disengaja yang progresif, berulang, dan terjadi di banyak tempat. Etiologi penyakit ini sangat kompleks dan mungkin terkait dengan genetika, faktor otak organik, faktor neurobiokimia, faktor sosio-lingkungan, dan autoimunitas akibat infeksi streptokokus beta-hemolitik. Tergantung pada sifat gejalanya, penyakit ini dapat dimanifestasikan sebagai tics motorik, seperti berkedip, mengerutkan dahi, menggelengkan kepala, menggosok-gosokkan tangan, dan lain-lain; tics vokal, seperti bersin, berdehem, batuk, dan lain-lain; dan menirukan ucapan, menirukan gerakan, menirukan ekspresi. Durasi gejala klinis bervariasi dari satu anak ke anak lainnya, sehingga penyakit ini tidak boleh diabaikan, tetapi harus ditangani dengan konsultasi aktif. Sebagian besar anak-anak dapat secara bertahap sembuh dengan perawatan komprehensif jangka panjang yang teratur di bawah bimbingan dokter setelah berkonsultasi dengan dokter.