Proses transfer embrio in vitro

Proses pemindahan embrio IVF terutama meliputi persiapan pra-pemindahan, proses pemindahan, dan tindakan pencegahan pasca-pemindahan.
1. Persiapan pra-transfer: pertama-tama, dokter perlu memeriksa ulang informasi yang relevan seperti informasi pribadi pasien (informasi identitas pasangan, riwayat masa lalu, riwayat kesehatan saat ini, dll.), penggunaan program dan jumlah embrio yang akan ditransfer, dll. Selain itu, pasien harus menahan kandung kemihnya secukupnya, sehingga rahim dan adneksanya dapat terlihat dengan jelas melalui USG.
2. Proses pemindahan: ketika kandung kemih penuh dan rahim tampak jelas di bawah USG, pasien akan ditempatkan pada posisi pemeriksaan ginekologi, setelah itu, desinfeksi yang ketat akan dilakukan, dan dokter secara perlahan akan mendorong embrio yang telah disiapkan ke posisi yang sesuai di rongga rahim sesuai dengan prosedur yang ditentukan dan menunggu sekitar sepuluh menit.
3. Tindakan pencegahan pasca transfer: Setelah menyelesaikan operasi dan beristirahat sekitar sepuluh menit, pasien dapat bangun untuk buang air kecil dan meninggalkan rumah sakit, dan mengikuti instruksi dokter untuk mengatur penggunaan progestogen, seperti progesteron, dan secara teratur memeriksa ulang human chorionic gonadotropin (HCG) dan USG, untuk memahami hasil transfer embrio.
Proses transfer embrio IVF harus dilakukan sesuai dengan protokol, dan pasien yang diimplantasi harus secara aktif bekerja sama dengan dokter untuk menyelesaikan transfer dengan sukses.