Disfungsi motilitas saluran empedu bermanifestasi sebagai nyeri perut, berupa kolik paroksismal di perut bagian atas atau perut bagian kanan atas, yang pada beberapa pasien dapat disertai mual dan muntah, yang dapat dipicu oleh makan makanan berlemak dan sering berlangsung selama 2-3 jam, dan dapat diredakan dengan antispasmodik. Pergerakan sistem empedu dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Dalam kondisi normal, aliran empedu dalam saluran empedu ekstrahepatik dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor intrinsik berikut ini: 1. Tekanan sekresi empedu hepatik, tekanan dalam saluran empedu 2. Jumlah empedu hati. 3. Tingkat penutupan saluran empedu. 4 . Elastisitas dinding kandung empedu, tonus dan fungsi kontraktil otot kandung empedu. 5 . Fungsi konsentrasi kantong empedu dan viskositas empedu. 6. Nada dan reaktivitas sfingter saluran empedu. 7. Ketegangan dan pergerakan dinding duodenum. 8. Penutupan papilla duodenum. 9. Pengaruh gerak peristaltik dan pergerakan bagian lain dari saluran pencernaan pada sistem empedu. 10. Jumlah, efisiensi transit dan tingkat inaktivasi pelepasan kolesistokinin.