Cara Menguji Strabismus

Strabismus dapat diuji dengan tes fungsi penglihatan binokular, tes refraksi, dan tes gerakan mata.
1. Tes fungsi penglihatan binokular: Jika kedua mata tidak dapat fokus pada target yang sama, dan satu mata fokus pada target, sementara mata lainnya menyimpang dari target, maka kemungkinan terjadi strabismus. Selain itu, Anda juga dapat memeriksanya dengan menutup kedua mata secara bergantian.
2. Pemeriksaan refraksi: Optometri dilatasi dengan atropin yang melumpuhkan otot siliaris untuk mengetahui apakah terdapat ambliopia, strabismus, dan refraksi pada mata.
3. Pemeriksaan gerakan mata: Fungsi otot ekstraokular dapat dinilai untuk mengetahui apakah gerakan mata berjalan dengan normal. Pasien harus bekerja sama dengan dokter untuk melihat ke 6 arah gerakan utama, dan dokter akan mengamati deviasi gerakan bola mata untuk menentukan apakah ada kelainan pada fungsi setiap otot ekstraokular.
Ketika strabismus terjadi, disarankan untuk pergi ke rumah sakit biasa untuk pemeriksaan tepat waktu dan secara aktif bekerja sama dengan dokter untuk perawatan.