Dopamin dipompa secara intravena dan biasanya dihitung berdasarkan berat badan pasien, di mana jumlah kilogram berat badan dikalikan tiga adalah jumlah dopamin yang diberikan. Dopamin biasanya diencerkan ke dalam larutan 50ml untuk dipompa, dan jumlah yang dipompa per menit juga merupakan jumlah dopamin yang dipompa ke dalam tubuh per menit. Tergantung pada jumlah dan reseptor yang tereksitasi, efeknya bervariasi: dopamin dosis kecil memiliki efek melebarkan pembuluh darah ginjal dan selanjutnya dapat meningkatkan pengeluaran urin; sedangkan dopamin dosis besar memiliki efek utama meningkatkan tekanan darah, terutama pada pasien yang mengalami syok hipotensi, biasanya memompa lebih dari 10 ml-20 ml per jam; dopamin dalam jumlah sedang memiliki efek kardiotonik dan menggairahkan reseptor beta. Dopamin sebagian besar digunakan pada pasien dengan penyakit jantung dan trauma, dan merupakan obat vasoaktif yang biasa digunakan dalam situasi resusitasi ketika terjadi syok.