Ketajaman penglihatan 4,7 diukur dengan Skala Ketajaman Penglihatan Logaritmik dan setara dengan 0,5 pada Skala Ketajaman Penglihatan Standar Internasional, yang mencerminkan fungsi visual makula. Diagnosis klinis umumnya didasarkan pada ketajaman penglihatan yang dikoreksi, dengan ketajaman penglihatan lebih besar dari 1,0 disebut ketajaman penglihatan normal dan ketajaman penglihatan 4,7 mengindikasikan ketajaman penglihatan yang lebih rendah dari normal. Tes ketajaman penglihatan hanya dapat mencerminkan fungsi penglihatan, dan ketajaman penglihatan 4,7 tidak dapat menyimpulkan jumlah dioptri yang dimiliki pasien. Ketajaman penglihatan dan dioptri adalah konsep yang sama sekali berbeda dan tidak ada konversi di antara keduanya. Hal ini seperti mengetahui tinggi badan seseorang, tetapi tidak secara langsung menyimpulkan berapa berat badannya. Jika Anda ingin mengetahui jumlah kelainan refraksi, Anda harus pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan mata. Ada banyak penyebab penglihatan yang buruk, terutama karena membaca dalam waktu lama dan dekat atau menggunakan perangkat elektronik yang menyebabkan kejang pada otot siliaris, yang menyebabkan hilangnya penglihatan dan penglihatan kabur. Intervensi dapat dilakukan untuk mengatur penglihatan melalui istirahat yang cukup, melihat jarak jauh, dan mengurangi penggunaan perangkat elektronik. Beberapa pasien dengan pseudomiopia tidak memiliki kombinasi kelainan refraksi atau kelainan fundus lainnya, tetapi memiliki ketajaman penglihatan 4,7, paling sering terjadi pada remaja. Pasien juga dapat mengalami miopia, hipermetropia, astigmatisme, dan masalah lainnya. Penglihatan 4,7 juga dapat disebabkan oleh peradangan kornea atau leukoplakia kornea, katarak, kelainan fundus, dan faktor lain yang dapat menyebabkan penglihatan lebih rendah dari normal.