Ada banyak alasan untuk gejala ini, dan penyebab umum termasuk faktor emosional, penggunaan obat-obatan tertentu, dan lesi organik. 1. Faktor emosional: faktor emosional seperti ketegangan mental yang tinggi dan gangguan emosional dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan. Setelah emosi mereda, gejala kehilangan nafsu makan sering kali akan hilang. Kehilangan nafsu makan jangka pendek sering kali disebabkan oleh faktor emosional, pasien disarankan untuk mengatur emosi mereka sendiri secara wajar dan menghindari kerja berlebihan. 2. Mengonsumsi obat-obatan: mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (seperti aspirin, ibuprofen, dll.), Antibiotik (seperti azitromisin, cefdinir, dll.), Obat antiepilepsi (seperti karbamazepin, fenitoin natrium, dll.) dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan. 3. Lesi organik: (1) Penyakit sistem pencernaan: gastritis akut dan kronis, kanker lambung, penyakit radang usus, hepatitis akut dan kronis, sirosis, dan penyakit sistem pencernaan umum lainnya dapat menyebabkan gejala kehilangan nafsu makan. (2) Penyakit endokrin: hipotiroidisme, hipoadrenokortisisme, hipopituitarisme, dll. Karena kelainan metabolisme, pasien dengan penyakit-penyakit ini akan mengalami gejala kehilangan nafsu makan dalam berbagai tingkat. Ada banyak penyebab kehilangan nafsu makan, jika pasien mengalami kehilangan nafsu makan dalam jangka panjang, disarankan untuk pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan, untuk mengklarifikasi penyebab penyakit, dan mengikuti petunjuk dokter untuk pengobatan.