Jika ibu mertua Anda akan melakukan 5 hal ini setelah bayi Anda lahir, pastikan Anda menghentikannya!

Kelahiran seorang bayi adalah peristiwa yang menggembirakan bagi sebuah keluarga, tetapi tabrakan konsep pengasuhan anak dari generasi yang lebih tua dan ilmu pengasuhan anak kontemporer yang baru dapat menyebabkan badai selama proses pengasuhan anak! Jika seorang ibu mendapati orang tua melakukan hal-hal berikut ini, ia harus segera menghentikannya! 1, mencuci muka dengan ASI Cerita rakyat mengatakan bahwa menggunakan ASI untuk mencuci muka bayi Anda baik untuk kulit bayi Anda, sehingga banyak lansia yang melakukannya. Tetapi metode ini tidak ilmiah. Alasannya: ASI memang bergizi, tapi untuk bakteri juga “nutrisi yang baik”, ASI jangka panjang di wajah bayi, sangat mudah menyebabkan pertumbuhan bakteri, tidak hanya tidak bisa melindungi kulit anak, tapi merusak kulit bayi, sehingga kulit halus tumbuh bintik-bintik merah bintil-bintil kecil. 2, segera setelah Anda menangis, beri makan makanan Tangisan bayi memiliki banyak arti, bukan hanya lapar. Tetapi banyak orang tua merasa bahwa begitu bayi menangis, itulah saatnya untuk makan. Bahayanya: hal ini dapat dengan mudah menyebabkan pemberian makanan yang berlebihan. Bayi yang diberi makan berlebihan tidak hanya akan menjadi lebih gemuk, tetapi tubuh mereka tidak akan berfungsi dalam semua aspek dibandingkan dengan bayi dengan berat badan normal. 3, memakai terlalu banyak “ada semacam kelaparan yang disebut nenek merasa lapar, sama, ada semacam pilek yang disebut nenek merasa Anda kedinginan”, kebanyakan orang tua suka membungkus bayi dengan erat, baik di musim panas maupun musim dingin, para lansia merasa harus memberi bayi lebih banyak pakaian, terutama untuk bayi yang baru lahir. Kebenaran: Bayi tidak terlalu takut dingin, jadi memakaikannya terlalu banyak akan melemahkan toleransi dingin dan mengurangi daya tahan tubuh mereka, dan dapat menyebabkan sindrom demam pada kasus-kasus serius. 4, gemetar berlebihan Biasanya ketika membujuk bayi, banyak orang tua suka menggendong bayi dan mengguncang untuk mendapatkan efek menenangkan bayi. Bahaya: Mengguncang bayi secara berlebihan dapat menyebabkan cedera kepala dan membuat bayi tidak responsif. Mengguncang bayi yang baru saja disusui juga dapat menyebabkan bayi gumoh dan bahkan dapat menyebabkan susu tersedak ke dalam trakea. (Harus waspada!) 5. Pemberian makanan dari mulut ke mulut Pemberian makanan dari mulut ke mulut pada bayi merupakan metode pemberian makanan yang sangat umum dilakukan. Orang tua takut bayi mereka tidak dapat menelan, sehingga mereka berpikir bahwa mereka dapat mengunyah makanan dan menyuapkannya kepada bayi mereka. Bahaya: Metode pemberian makanan ini sangat berbahaya bagi anak-anak karena orang dewasa terpapar banyak bakteri setiap hari, tetapi orang dewasa juga memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat, sedangkan bayi dan anak-anak memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah. Pemberian makanan dari mulut ke mulut secara teratur kemungkinan besar akan menularkan bakteri kepada bayi, menyebabkan mereka menderita gastritis, hepatitis, dan penyakit lainnya. Untuk pertumbuhan bayi Anda yang sehat, penting untuk menyadari perilaku di atas!