Rahim berbentuk pelana juga merupakan kelainan perkembangan bawaan, yang dapat mempengaruhi kesuburan wanita, terutama dimanifestasikan sebagai infertilitas, keguguran, persalinan prematur, dan posisi janin yang tidak normal.
1. Infertilitas: rahim pelana disebut juga rahim bikornuata, yang merupakan sejenis kelainan rahim, dan akan menyebabkan kesulitan dalam implantasi sel telur yang telah dibuahi, serta mudah menyebabkan kemandulan.
2. Keguguran: pasien dengan uterus bikornuata sangat rentan terhadap keguguran bahkan setelah kehamilan. Tingkat keguguran pasien dengan uterus bikornuata berkisar antara 28% hingga 61%, yang terutama disebabkan oleh fakta bahwa rahim yang cacat tidak kondusif untuk perkembangan embrio.
3. Persalinan prematur: Karena kapasitas rahim pasien dengan rahim bikornuata relatif kecil, pada akhir kehamilan, sangat mudah terjadi ketuban pecah dini dan persalinan prematur.
4. Posisi janin yang tidak normal: Karena kapasitas rahim bikornuata yang lebih kecil, janin akan memiliki mobilitas yang lebih sedikit di dalam rahim, dan posisi janin yang tidak normal juga akan terjadi.
Wanita dengan rahim berbentuk pelana harus segera mencari perawatan medis jika mengalami keguguran berulang.