Apa penyebab penyakit oklusi aterosklerotik pada kedua tungkai bawah?

Penyebab umum oklusi aterosklerotik pada kedua tungkai bawah termasuk merokok, diabetes, dislipidemia, obesitas, hipertensi, dan homosisteinemia. 1. Merokok: Merokok meningkatkan angka morbiditas sebanyak 2 hingga 5 kali lipat. Tembakau mengandung ribuan bahan kimia yang berbeda, di antaranya rutin adalah zat pro-koagulan yang dapat mengaktifkan Faktor X, yang berperan penting dalam proses koagulasi, dan menjaga agar darah tetap berada dalam kondisi hiperkoagulasi. Pasien yang merokok tidak hanya berisiko lebih tinggi mengalami amputasi, tetapi juga mengalami penurunan efektivitas prosedur bypass endovaskular atau bedah. 2. Diabetes mellitus: Diabetes mellitus meningkatkan kejadian penyakit oklusi aterosklerotik (AOS) sebanyak dua hingga empat kali lipat, dan AOS merupakan komplikasi umum diabetes mellitus. 3. Dislipidemia: Dislipidemia meliputi peningkatan kolesterol total serum dan trigliserida serta penurunan HDL, yang akan menyebabkan perkembangan aterosklerosis yang lebih cepat. 4. Obesitas: Orang yang mengalami obesitas umumnya memiliki kelainan metabolik, yang sering menyebabkan perkembangan aterosklerosis. 5. Hipertensi: Pasien hipertensi lebih mungkin menderita aterosklerosis daripada orang normal karena faktor-faktor seperti tingkat aktivasi trombosit, endotelin, angiotensin, dan resistensi insulin. 6. Hiperhomosisteinemia: homosisteinemia adalah faktor risiko independen untuk aterosklerosis, dan sekitar 30% pasien dengan penyakit oklusi aterosklerotik memiliki hiperhomosisteinemia. Jika penyakit oklusi aterosklerotik pada kedua tungkai bawah terdiagnosis, pengobatan dini dan terstandardisasi direkomendasikan untuk mengurangi efek buruk penyakit ini.