Polip usus yang mengalami ulserasi dapat menimbulkan risiko perdarahan.
Bila polip usus berukuran besar, akibat tekanan feses atau iritasi, polip usus dapat menyebabkan erosi atau ulserasi mukosa pada permukaan polip, yang pada gilirannya dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah submukosa dan perdarahan. Akibat perdarahan kronis jangka panjang atau perburukan bertahap, manifestasi anemia seperti kulit pucat dan selaput lendir serta kekurusan dapat terjadi. Pasien yang parah dapat mengalami penyakit jantung anemia, syok dan gejala lainnya, beberapa di antaranya mengancam jiwa.
Ulserasi polip usus, seperti munculnya gejala perdarahan yang jelas, umumnya tidak ada perawatan obat khusus, perlu melakukan perawatan bedah untuk meringankan gejala, seperti pengangkatan polip endoskopi, reseksi mukosa endoskopi dan sebagainya.
Dalam kehidupan sehari-hari, pasien dengan polip usus harus memperbaiki kebiasaan hidup dan makan yang buruk, seperti merokok, minum alkohol, diet tinggi lemak dan asupan daging merah yang tinggi. Selain itu, perlu menghindari makanan pedas dan mengiritasi, serta menjaga kelancaran buang air besar, dll.
Dianjurkan agar pasien polip usus yang mengalami pendarahan, pergi ke rumah sakit secara teratur tepat waktu, ikuti petunjuk dokter untuk pengobatan yang sesuai, untuk menghindari penundaan kondisi.