Cedera mata traumatik yang menyebabkan pupil membesar biasanya disebabkan oleh pelebaran traumatik atau glaukoma sekunder.
Ketika mata mengalami trauma, dampak dari kekerasan dapat merusak sfingter pupil di dalam iris atau cabang saraf arterio-okular yang menginervasi pergerakan sfingter pupil, sehingga menyebabkan dilatasi traumatik, yang menyebabkan pelebaran pupil dan timbulnya fotofobia, silau, dan gejala lainnya.
Trauma okular yang merusak jaringan trabekular, sudut mata dan struktur lainnya dapat menyebabkan glaukoma sekunder. Tekanan intraokular (TIO) yang tinggi dapat menyebabkan pembuluh darah di dalam jaringan iris tertekan, yang juga dapat menyebabkan pupil berkontraksi dengan kekuatan yang tidak mencukupi, sehingga mengakibatkan pelebaran pupil.
Pasien harus segera berkonsultasi dengan bagian oftalmologi rumah sakit, dan dokter akan mendiagnosis penyebab spesifiknya melalui pemeriksaan mendetail, dan kemudian hanya melakukan pengobatan yang ditargetkan untuk menghilangkan gejalanya.