Bisul api termasuk bisul dan bisul, dan prosedur pembedahannya meliputi anestesi lokal, sayatan dan drainase, dan pembalutan luka. 1. Anestesi lokal, langkah pertama adalah mendisinfeksi area lesi lokal pasien, membentangkan handuk, dan kemudian menggunakan lidokain untuk melakukan anestesi infiltrasi lokal pada lokasi eksisi. Perhatikan bahwa jarum anestesi dan area migrasi perlu dilakukan di jaringan normal untuk mencegah penyebaran infeksi. 2. Sayatan dan drainase Umumnya, hanya bisul dan bisul dengan nanah dan sensasi yang berfluktuasi yang perlu diiris dan dikeringkan, dan beberapa area khusus, seperti hidung dan telinga, tidak dapat diiris. Pisau bedah digunakan untuk membuat sayatan berbentuk “+” atau “++” di area lesi, dan nanah dikeringkan dan peritoneum diangkat. 3. Balut luka, pasang strip drainase pada luka, ganti balutan secara teratur, dan minum antibiotik seperti amoksisilin dan cefaclor secara bersamaan. Selain pembedahan, kebersihan yang baik juga merupakan cara penting untuk mencegah bisul api.