Masalah genetik pada skizofrenia

  Timbulnya skizofrenia pasti terkait dengan faktor genetik, seperti yang diilustrasikan oleh beberapa angka: prevalensi penyakit pada anak-anak adalah 40% untuk kedua orang tua yang menderita penyakit ini, 16% untuk satu orang tua yang menderita penyakit ini, 6 kali lebih tinggi dari normal pada generasi berikutnya untuk orang-orang dengan riwayat penyakit dalam keluarga, dan 0,6% untuk orang-orang tanpa riwayat keluarga (yaitu populasi umum).  Warisan manusia (anak-anak terlihat seperti orang tua mereka) diturunkan melalui gen. Keluarga secara genetik serupa, tetapi setiap individu memiliki beberapa variasi, yang dapat menjelaskan mengapa beberapa anak memiliki penyakit dan yang lainnya tidak, meskipun salah satu orang tua memiliki penyakit tersebut. Semakin dekat hubungan darah, semakin besar kemiripannya dan sebaliknya. Hal ini bisa menjelaskan bahwa semakin dekat hubungan darah, semakin besar kemungkinan memiliki penyakit yang sama, dan semakin jauh semakin kecil kemungkinannya.  Sebagian anggota keluarga mengatakan bahwa mereka terkena penyakit ini setelah memiliki anak, menyiratkan bahwa penyakit ini tidak akan diturunkan kepada anak, padahal kenyataannya gen seseorang tidak mengalami modifikasi genetik selama masa hidupnya, jadi kemungkinan besar penyakit ini akan diwariskan.  Variabilitas genetik skizofrenia masih diteliti dan belum digunakan secara klinis, sehingga belum memungkinkan untuk menentukan seberapa besar kemungkinan generasi berikutnya dari orang-orang yang berisiko akan mengidap penyakit ini melalui tes pranikah (dengan memeriksa variabilitas genetiknya). Ini hanya bisa diperkirakan dari probabilitas statistik yang sekarang tersedia.  Pengetahuan hukum yang ada menyatakan bahwa orang yang sakit jiwa tidak dapat menikah ketika mereka sakit, dan siapa sebenarnya yang mungkin menikah ketika mereka sakit?  Pertanyaan yang muncul adalah apakah saudara perempuan saya, yang mengalami gangguan mental, juga akan terkena penyakit ini jika saya memiliki anak. Jika Anda menggunakan angka-angka yang ditetapkan di atas, tingkat prevalensi untuk orang normal adalah 0,6%, dengan riwayat genetik, enam kali lebih tinggi, yaitu 3,6%. Terserah Anda untuk memutuskan apakah Anda ingin memiliki anak atau tidak.