Pemeriksaan sendiri untuk distrofi vulva biasanya tidak dianjurkan, dan diagnosis perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan dokter, skrining immunoassay, dan pemeriksaan histologis.
1. Pemeriksaan dokter: Pasien dengan distrofi vulva biasanya menunjukkan penebalan dan hipopigmentasi pada kulit vulva, serta atrofi vulva, pemutihan dan kerutan pada kulit vulva, dan elastisitas kulit vulva yang buruk.
2. Pemeriksaan imunoantibodi: pasien dengan distrofi vulva dapat dikaitkan dengan gangguan pada sistem kekebalan tubuh mereka, dalam hal ini pemeriksaan imunoantibodi juga harus digunakan untuk mengidentifikasi penyakit autoimun.
3. Pemeriksaan histologis: pemeriksaan histologis awal biasanya menunjukkan edema pada lapisan papiler dermis, sedangkan jaringan patologis pasien dengan stadium lanjut menunjukkan perubahan seluler, dengan infiltrasi limfosit dan sel plasma, serta pengurangan melanosit dan keratinisasi epidermis secara bertahap, sehingga pemeriksaan histologis dapat menentukan apakah ada fenomena ganas.
Jika pasien dengan distrofi vulva, dianjurkan untuk pergi ke rumah sakit tepat waktu untuk memastikan diagnosis melalui pemeriksaan standar dan mengikuti petunjuk dokter untuk pengobatan.