Umumnya direkomendasikan bahwa bayi di atas usia 7 bulan dapat makan bubur abalon dalam jumlah sedang, tetapi bayi yang alergi terhadapnya dilarang untuk mengonsumsinya.
Nilai gizi bubur abalon sangat tinggi. Abalon mengandung protein, lemak, gula, serta elemen-elemen penting seperti kalsium, zat besi, yodium, seng, fosfor, dan vitamin seperti vitamin A dan vitamin B1. Selain itu, abalon juga kaya akan berbagai zat aktif fisiologis seperti EPA, DHA, taurin, superoksida dismutase dan sebagainya. Dapat tumbuh kembang bayi untuk meningkatkan nutrisi yang dibutuhkan.
Pada bayi berusia 7 bulan sudah bisa makan bubur abalon, namun perlu memperhatikan abalon yang dipotong-potong dan direbus hingga matang, serta tidak makan terlalu banyak dalam satu waktu, agar tidak menambah beban saluran cerna, sakit perut, diare dan ketidaknyamanan lainnya. Selain itu, abalon memiliki kandungan purin yang tinggi, yang dapat meningkatkan risiko asam urat.
Pertama kali menambahkan abalon perlu memperhatikan jumlah kecil untuk ditambahkan, dan perhatikan untuk mengamati apakah ada ruam, kemerahan dan pembengkakan perioral dan reaksi alergi lainnya, seperti munculnya ketidaknyamanan pada waktu yang tepat untuk berkonsultasi dengan dokter. Bayi yang alergi terhadap abalon tidak diperbolehkan mengkonsumsi abalon dan produknya.