Juga dikenal sebagai konjungtivitis bakteri atau virus akut atau subakut, mata merah muda bersifat menular dan sangat infeksius. Hal ini dapat terjadi secara sporadis dan pada usia berapa pun, terutama di sekolah, pabrik, dan tempat lain di mana orang hidup berkelompok. Gejala utama mata merah muda adalah: timbulnya penyakit ini cepat, masa inkubasi hanya 1 sampai 3 hari, kedua mata berkembang pada saat yang sama atau 1 sampai 2 hari terpisah, setelah 3 sampai 4 hari peradangannya paling parah, ada perasaan iritasi dan kemacetan di mata, saat bangun tidur di pagi hari, ada cairan di sekitar mata, pada awalnya cairannya encer, perlahan-lahan menjadi kental atau bernanah, terkadang akan menempel pada mata, dan sulit untuk membuka mata. Kadang-kadang cairan yang keluar bisa menjadi kental atau bernanah, dan kadang-kadang mata menjadi keruh dan sulit dibuka. Sebagian pasien juga mengalami infeksi virus. Presentasinya sebagian mirip dengan konjungtivitis bakteri, tetapi perbedaannya adalah tidak ada cairan kuning dan pasien terutama menangis. Infeksi virus lebih mungkin melibatkan kornea, sehingga gejala sensasi benda asing dan fotofobia lebih parah daripada konjungtivitis bakteri. Pengobatan utama adalah menghilangkan penyebab dan mengobati infeksi, tergantung pada kondisinya, baik dengan obat topikal jika konjungtiva tersumbat, atau obat sistemik, atau kombinasi obat-obatan. Namun demikian, mata yang terkena tidak boleh dibalut dan tirai dapat dipakai untuk mengurangi iritasi akibat sinar matahari pada mata. Orang dewasa biasanya diobati dengan obat tetes mata topikal, sedangkan anak-anak memerlukan salep mata untuk menghindari iritasi mata, yang dapat diperburuk oleh tangisan. Singkatnya, mata merah (juga dikenal sebagai konjungtivitis bakteri atau virus akut atau subakut) dapat menular dan jika terjadi, penting untuk mengobatinya sesegera mungkin dan untuk menghindari berbagi handuk dengan anggota keluarga.