Infeksi Helicobacter pylori (Hp) merupakan faktor penyebab utama gastritis aktif kronis, tukak lambung, limfoma yang berhubungan dengan mukosa lambung, dan kanker lambung. Pada tahun 1994, Badan Internasional untuk Penelitian Kanker Organisasi Kesehatan Dunia menetapkan H. pylori sebagai karsinogen Grup I. Di Cina, tingkat infeksi sekitar 56%, dan sekitar 1% dari mereka yang terinfeksi pada akhirnya akan mengembangkan kanker lambung. Karena merupakan penyebab utama kanker lambung, pencegahan dan pemberantasan H. pylori adalah kunci pertama untuk mencegah kanker lambung. Jadi, bagaimana cara penularan H. pylori? Atas: Proporsi infeksi HP berdasarkan kelompok usia di Cina H. pylori sangat menular dan dapat ditularkan melalui mulut, tinja dan lambung. Atas: Cara utama penularan HP I. Penularan dari mulut ke mulut Penularan dari mulut ke mulut adalah cara penularan infeksi H. pylori yang paling penting. 1, H. pylori dapat tumbuh dan berkembang biak pada plak gigi dan gigi berlubang, oleh karena itu menyikat gigi harus dilakukan dengan serius dan tidak boleh dilakukan dengan tergesa-gesa. 2. Berbagi makanan adalah salah satu cara paling penting untuk terinfeksi H. pylori, jadi disarankan untuk mendisinfeksi piring dan peralatan dapur secara teratur, sebaiknya dengan sumpit bersama, dan untuk mengurangi kemungkinan makan di luar. 2, makanan yang kurang matang: steak tujuh menit dimasak atau bahkan tiga menit dimasak, makan hot pot ketika daging baru saja dimasukkan ke dalam panci, sudah lama tidak sabar, ini mungkin memiliki risiko keamanan infeksi H. pylori. 3, sering makan di luar kemungkinan terinfeksi juga meningkat secara signifikan, karena di lapangan alat makan, peralatan dapur, air, bahan, dll memiliki kemungkinan terkontaminasi. 4, makanan yang mengiritasi karena makanan yang mengiritasi mudah merangsang mukosa lambung, mengakibatkan daya tahan tubuh lambung rendah, sehingga mudah menyebabkan invasi H. pylori, tidak langsung pada infeksi hp, tetapi halus dan berlangsung lama. 5, cara penting lainnya adalah berciuman, penelitian ilmiah telah menemukan: perut H. pylori dalam air liur juga akan memiliki sisa. Berciuman adalah cara paling langsung untuk bertukar air liur. Jadi, jangan berciuman? Kaum muda adalah yang pertama kali mengatakan tidak. Anda sebaiknya menyikat gigi sebelum berciuman, atau jika salah satu pihak sudah terinfeksi, tunggu sampai ta diberantas sebelum bercumbu. Kedua, penularan melalui feses: H. pylori yang bertahan dalam feses akan mencemari air atau makanan dan menginfeksi peminum atau pemakan H. pylori. Penelitian telah menunjukkan bahwa suhu yang rendah dapat memperpanjang kelangsungan hidup H. pylori, sehingga makanan yang disimpan pada suhu rendah yang terkontaminasi H. pylori akan meningkatkan kemungkinan penularan H. pylori. Oleh karena itu, penting untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, dan menjaga sumber air bersih. Jangan minum air mentah dan jangan makan sayuran mentah atau buah dan sayuran yang tidak dicuci. Penularan melalui mulut: H. pylori ditularkan ke orang sehat melalui muntahan orang yang terinfeksi. Hal ini terutama terjadi di pembibitan, taman kanak-kanak atau di antara saudara kandung anak-anak. Hal ini karena anak-anak rentan terhadap muntah dan refluks gastro-esofagus fisiologis, serta air liur, ingus, feses, dll., yang dapat membawa bakteri. Selain itu, anak-anak memiliki rasa kebersihan yang buruk dan kecenderungan untuk menghisap jari-jari mereka, sehingga H. pylori mudah menyebar di antara anak-anak yang hidup berkelompok. Orang Tionghoa tidak terbiasa makan dengan sumpit, dan mereka suka berkumpul untuk makan bersama, sehingga sepiring makanan bisa didorong-dorong. Demikian pula, hanya perlu satu anggota keluarga yang sama untuk terinfeksi H. pylori, dan kemungkinan besar seluruh keluarga akan terinfeksi. Penelitian telah menemukan korelasi yang kuat antara kepadatan perumahan dan tingkat infeksi, dengan kontak dekat meningkatkan kemungkinan penularan. Sebagian besar infeksi di antara anggota keluarga termasuk dalam subkelompok Hp yang sama. Oleh karena itu, jika salah satu anggota keluarga terinfeksi, selain orang itu sendiri, disarankan agar anggota keluarga yang lain dites dan mengikuti saran medis untuk memutuskan apakah akan membasmi infeksi tersebut. V. Penularan dari ibu ke anak Hal ini termasuk menyusui yang tidak bersih, pemberian makanan dari mulut ke mulut, pemberian makanan setelah mengunyah, mencium bayi di mulut dan bibir, atau memberi makan dengan menggunakan peralatan orang dewasa, sedotan, dll. VI. Penularan melalui hewan peliharaan, lalat, dan serangga Ingatlah untuk mencuci tangan setelah kontak dengan hewan peliharaan, dan hidup di lingkungan yang bersih untuk menghindari gangguan nyamuk dan lalat. Penularan medis Pemeriksaan invasif seperti gastroskopi, laringoskopi, perawatan mulut, gigi, dan hidung adalah penyebab utama infeksi medis. Oleh karena itu, penting untuk pergi ke rumah sakit yang tepat untuk pemeriksaan dan perawatan medis.