Untuk membuat diagnosis dan pengobatan yang lebih baik, dokter sering meminta pasien untuk menjalani berbagai tes klinis, tidak terkecuali dalam bidang oftalmologi. Hari ini kami akan memperkenalkan tiga tes yang umum dilakukan dalam bidang oftalmologi dengan harapan Anda akan memiliki pemahaman yang lebih jelas tentang peran mereka: 1. Pemeriksaan pupil yang melebar Karena lesi pada retina gula sering kali muncul di bagian perifer retina, maka lesi ini sulit dideteksi tanpa melebarkan pupil, sehingga pemeriksaan pupil yang melebar sangat diperlukan. Biasanya dokter akan menggunakan obat pelebar pupil yang cepat. Setelah melakukan pelebaran pupil, pasien akan merasakan mata menjadi kabur dan bergetar, tetapi efek obat hanya berlangsung selama 5 hingga 8 jam dan tidak akan mempengaruhi penglihatan setelah obat habis. 2. Pemeriksaan Ophthalmology Pemeriksaan OCT adalah pemeriksaan mata non-invasif, yang sangat membantu untuk mendeteksi dini edema makula yang disebabkan oleh diabetes dan sering kali lebih akurat dibandingkan dengan pemeriksaan mata secara kasat mata oleh dokter. Untuk beberapa pasien yang mengalami kehilangan penglihatan atau penglihatan terdistorsi, OCT wajib dilakukan jika dicurigai adanya edema makula. 3. Angiografi fluoresensi fundus Angiografi fluoresensi fundus dapat digunakan untuk mendeteksi lesi yang sulit dilihat dengan mata telanjang, seperti kebocoran pembuluh darah, neovaskularisasi, dan area iskemia retina, berdasarkan pengamatan angiografi pembuluh darah di fundus. Jika lesi telah mencapai tingkat keparahan tertentu, fluoroskopi fundus sering kali direkomendasikan untuk menentukan apakah perawatan laser diperlukan.