Jika berkedip disebabkan oleh kebiasaan pribadi, pasien perlu mengontrol frekuensi berkedip. Jika disebabkan oleh bulu mata yang terbalik, konjungtivitis alergi, dan penyakit lainnya, pasien dapat diobati dengan terapi fisik dan obat-obatan untuk meredakan ketidaknyamanan mata.
1. Kebiasaan pribadi: berkedip dapat disebabkan oleh kebiasaan pribadi, pasien harus mengontrol frekuensi berkedip dan mengembangkan kebiasaan yang baik. Pasien juga harus menjaga kebersihan mata dan menghindari menggosok kedua mata, yang dapat menyebabkan infeksi mata.
2. Bulu mata terbalik: Kedipan pasien yang terus-menerus dapat disebabkan oleh bulu mata yang terbalik, dan pasien dapat diobati dengan elektrolisis, ablasi frekuensi radio, krioterapi, dan perawatan fisik lainnya untuk mengobati bulu mata yang terbalik, sehingga dapat memperbaiki gejala sering berkedip.
3. Konjungtivitis alergi: pasien dengan konjungtivitis alergi dapat mengalami ketidaknyamanan akibat sering berkedip karena mata yang gatal, pasien dapat mengikuti petunjuk dokter untuk menggunakan obat anti alergi seperti tetes mata emetine fumarat dan tetes mata levocabastine hidroklorida untuk meredakan ketidaknyamanan pada mata.
Disarankan agar pasien yang sering berkedip harus berkonsultasi dengan dokter tepat waktu untuk menilai kondisinya dan mengikuti instruksi dokter untuk pengobatan.