Pengobatan diet untuk hipertiroidisme

  Pengobatan Tiongkok memiliki sejarah panjang dalam hal terapi makanan. Gagasan pencegahan dan prinsip pemberian makanan secara dialektis masih sangat penting bagi kesehatan manusia saat ini. Selain pengobatan, terapi diet tidak boleh diabaikan dalam pengobatan konservatif hipertiroidisme. Prinsip-prinsip diet umum adalah: sayuran ringan, kaya vitamin, buah-buahan dan daging tanpa lemak yang bergizi, ayam, telur, dan ikan air tawar direkomendasikan; makanan pedas, tembakau, dan perangsang alkohol serta makanan kaya yodium, termasuk obat-obatan, harus dihindari.  Bagi mereka yang memiliki jantung dan hati yang kuat, makanan dingin direkomendasikan: biji-bijian seperti gandum, jawawut, kacang hijau, dll.; daging seperti daging babi, otak babi, usus babi, daging bebek, ayam kampung, dll.; sayuran seperti bayam, seledri, lobak, terong, melon musim dingin, timun, tomat, asparagus, dll.; buah-buahan seperti semangka, melon, pisang, pir, kesemek, jeruk, jeruk keprok, dll.; lainnya seperti telur, telur bebek, susu sapi, jelai, ikan air tawar, dll.  Bagi mereka yang mengalami defisiensi yin dan hiperaktifitas yang, disarankan untuk mengonsumsi makanan yang bersifat netral: biji-bijian seperti beras japonica, kacang adzuki, jagung, kacang hitam, ubi jalar, kacang polong, dll.; daging seperti jantung babi, daging babi, daging bebek, ikan mas, ikan kakap, dll.; sayuran seperti tomat, labu, akar teratai, ubi, jamur, jamur, dll.; buah-buahan seperti anggur, nanas, buah ara, kurma, mulberry, dll.; lainnya seperti telur, biji teratai, madu, dll.  Bagi mereka yang kekurangan qi dan yin, makanan hangat direkomendasikan: biji-bijian seperti beras ketan, kedelai, dll.; daging seperti daging sapi, daging kambing, hati babi, perut babi, ayam, daging burung dara, belut, dll.; sayuran seperti bawang bombay, bawang prei, jahe, bawang putih, wortel, ketumbar, dll.; buah-buahan seperti persik, aprikot, prem, hawthorn, leci, dll.; yang lain seperti kenari, kastanye, gula merah, dll.