Perawatan sekunder adalah hirarki perawatan di rumah sakit. Perawatan sekunder terutama berarti bahwa perawat harus melihat pasien setiap dua jam untuk mengamati perubahan kondisi dan tanda-tanda vital pasien. Jika perlu, tergantung pada kondisi pasien, misalnya, pasien yang sakit parah dapat diambil tanda-tanda vitalnya, tekanan darah, detak jantung, denyut nadi, pernapasan, dll. Khusus untuk kesadaran, perawat harus mengamati dengan baik. Perawat harus memberikan perawatan yang benar sesuai dengan perintah dokter, seperti cairan infus, fisioterapi, obat oral, dll. Jika terjadi perubahan kondisi pasien, perawat harus memberikan perawatan tepat waktu, seperti memberikan oksigen dan mengeluarkan dahak. Perawat harus memberikan nasihat kesehatan kepada pasien. Perawat harus memberi tahu pasien apa yang harus dimakan dan apa yang tidak boleh dimakan, bagaimana cara beristirahat, dan sebagainya.