Mencegah diabetes gestasional Para calon ibu perlu menjaga berat badan mereka

Saat ini terdapat lebih dari 199 juta wanita dengan diabetes di seluruh dunia, 2 dari 5 wanita dengan diabetes adalah wanita usia subur dan 1 dari 7 kelahiran dipengaruhi oleh diabetes. Jadi, bagaimana diabetes memengaruhi kehamilan dan bagaimana diabetes harus dikelola selama kehamilan? Mengapa wanita hamil terkena diabetes “Diabetes adalah penyakit kronis yang umum terjadi dan wanita rentan terkena diabetes setelah kehamilan karena berat badannya bertambah dan beberapa hormon serta sitokin yang diproduksi oleh plasenta mengganggu kerja normal insulin dalam tubuh.” Apa saja bahaya diabetes gestasional? 1. Bahaya bagi ibu Meningkatkan kejadian abortus spontan dan sindrom hipertensi gestasional; mempengaruhi kekebalan tubuh ibu hamil, rentan terhadap komplikasi infeksi (terutama infeksi saluran kemih dan vaginitis mikotik); ketoasidosis diabetikum selama kehamilan; air ketuban yang berlebihan, bayi besar, dan pada akhirnya menyebabkan persalinan yang sulit dan pendarahan pascapersalinan; ketika ibu hamil dengan GDM mengalami kehamilan lagi, angka kekambuhan dan kemungkinan terkena diabetes di kemudian hari akan meningkat. 2 . Bahaya pada janin Meningkatnya risiko bayi raksasa, hambatan pertumbuhan dalam kandungan, keguguran dan kelahiran prematur; tingkat malformasi janin yang lebih tinggi daripada wanita hamil non-diabetes; peningkatan insiden persalinan yang terhambat dan berbagai cedera saat melahirkan. 3 . Bahaya pada bayi baru lahir Meningkatkan kejadian sindrom gangguan pernapasan neonatal, hiperbilirubinemia neonatal, hipokalsemia, dan hipomagnesaemia; bayi yang baru lahir rentan terhadap hipoglikemia. Selain itu, bayi yang lahir dari ibu hamil dengan diabetes memiliki risiko autisme dan keterbelakangan mental yang lebih tinggi daripada bayi yang lahir dari ibu hamil yang sehat. Karena risiko-risiko yang dapat diperkirakan ini, para calon ibu disarankan untuk lebih berhati-hati selama kehamilan. Cara mencegah dan mengendalikan diabetes gestasional Bagi calon ibu, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah diabetes gestasional selama masa sub-kehamilan. Kontrol berat badan: Untuk mencegah diabetes gestasional, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengontrol berat badan Anda. Berat badan Anda harus dikontrol dalam kisaran yang wajar sebelum kehamilan, dan total kenaikan berat badan Anda selama kehamilan tidak boleh melebihi 10 kg, dengan kenaikan berat badan tidak lebih dari 2 kg per bulan. Kontrol diet: Kontrol diet selama kehamilan tidak hanya harus memastikan dan menyediakan kalori dan kebutuhan nutrisi, tetapi juga menghindari munculnya hiperglikemia postprandial atau ketosis kelaparan untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan janin yang normal. Pilihlah karbohidrat dengan indeks glikemik rendah jika memungkinkan; makan dalam porsi kecil dan sering dapat dibagi menjadi 5-6 kali sehari. Olahraga ringan: olahraga ringan dan wajar dapat secara efektif meningkatkan sensitivitas insulin, mengurangi resistensi insulin basal selama kehamilan dan meningkatkan metabolisme glukosa, sehingga menurunkan kadar glukosa darah; namun, prinsip tidak mempengaruhi janin dan tidak menyebabkan kontraksi harus diikuti. Meningkatkan semangat: Menurut pengobatan Tiongkok, “hati adalah hal pertama dalam kehidupan seorang wanita”, dan wanita kemungkinan besar akan terluka oleh emosi, yang mengakibatkan stagnasi qi hati. Timbulnya dan berkembangnya diabetes berhubungan dengan emosi. Oleh karena itu, pasien dengan diabetes gestasional harus menjaga suasana hati yang optimis dan ceria untuk memudahkan pengendalian dan pemulihan. Pengobatan aktif: Jika glukosa darah tidak dapat dikontrol dengan pengobatan diet, dianjurkan untuk menggunakan insulin untuk mengontrol glukosa darah di bawah bimbingan dokter.