Pertimbangan diet pada uremia

Pertimbangan diet untuk pasien dengan uremia meliputi: merekomendasikan diet rendah protein, rendah natrium, membatasi asupan makanan tinggi kalium dan tinggi fosfor, dan menyesuaikan diet sesuai dengan kondisi fisik dan gejala yang ada.
Diet rendah protein harus menjadi andalan dalam keseharian pasien. Protein hewani berkualitas tinggi, seperti susu, telur, dan daging tanpa lemak, dapat dikonsumsi, yang dapat mengurangi beban ginjal dan memastikan nutrisi tubuh. Untuk pasien dengan insufisiensi ginjal yang parah, asupan protein perlu dikurangi lebih lanjut, dan tepung jagung dan bubuk akar teratai dapat digunakan sebagai pengganti makanan pokok.
Pasien dengan gejala oedema dan hipertensi harus diberikan diet rendah garam dan rendah natrium. Hindari makanan seperti asinan kubis, makanan kaleng olahan, dan produk asap. Juga hindari makanan yang tinggi kalium dan fosfor, seperti kentang, nori, pisang, kacang-kacangan, dan sebagainya.
Pasien dengan uremia harus berkonsultasi dengan rumah sakit secara teratur, bekerja sama dengan dokter untuk pengobatan aktif, memperlambat perkembangan penyakit, dan melakukan diet serta perawatan harian lainnya di bawah bimbingan tenaga kesehatan profesional.