Gastroenteroskopi adalah pemeriksaan rutin, yang umumnya tidak berbahaya bagi tubuh manusia, tetapi dapat menyebabkan reaksi yang merugikan pada beberapa orang, termasuk kemungkinan kerusakan mukosa saluran cerna, gangguan gerakan peristaltik normal lambung dan usus, dan risiko perdarahan.
1. Kerusakan mukosa saluran cerna: Kolonoskopi saluran cerna memasuki saluran cerna melalui cermin saluran cerna, yang pasti akan menyebabkan kerusakan mukosa lambung akibat operasi yang tidak tepat, sehingga mengakibatkan edema mukosa saluran cerna, pecah dan sebagainya.
2. Kerusakan peristaltik gastrointestinal normal: Kolonoskopi gastrointestinal menyebabkan gangguan ritme peristaltik normal saluran pencernaan, yang dapat dengan mudah menyebabkan peristaltik gastrointestinal yang lambat, dan obat anestesi untuk kolonoskopi gastrointestinal tanpa rasa sakit juga dapat mempengaruhi fungsi peristaltik gastrointestinal.
3. Risiko pendarahan: Ketika pasien menjalani gastroenteroskopi, sangat mudah terjadi pendarahan karena gastroenteroskop menyentuh peradangan, ruptur, tumor, dan bagian lain dari saluran pencernaan.
Kemungkinan terjadinya bahaya di atas pada gastroenteroskopi adalah kecil, dan disarankan agar pemeriksaan dilakukan di bawah bimbingan dokter profesional.