Penggunaan diuretik dapat digunakan untuk mengatasi edema, tetapi hanya di bawah pengawasan dokter.
Akumulasi air dalam jaringan subkutan disebut oedema. Menurut distribusi oedema dapat dibagi menjadi dua kategori: sistemik dan lokal; menurut penyebabnya penyakit ini dapat dibagi menjadi oedema kardiogenik, oedema ginjal, oedema malnutrisi dan sebagainya. Diuretik termasuk furosemid, hidroklorotiazid, spironolakton, dll., yang dapat digunakan untuk pengobatan gejala oedema.
Perlu diperhatikan bahwa efek samping diuretik termasuk hipokalaemia, hiponatremia, dll. Tidak semua edema dapat diobati dengan diuretik, misalnya edema yang disebabkan oleh kekurangan albumin dapat diatasi dengan menambah albumin, dan diuretik umumnya tidak diperlukan.
Pasien dengan oedema harus pergi ke rumah sakit tepat waktu, dan penggunaan obat diuretik harus di bawah bimbingan dokter profesional.