Kelumpuhan wajah sentral dapat ditentukan dari manifestasi klinis, pemeriksaan kranial, dan diagnosis banding.
1. Manifestasi klinis: kelumpuhan wajah sentral tidak memiliki kelumpuhan otot-otot wajah di atas mata dan hanya otot-otot di bawah mata pada sisi yang berlawanan dengan lesi yang lumpuh, yaitu simetri garis frontal, simetri dan kekuatan penutupan mata, sulkus nasolabial yang dangkal, dan sudut-sudut mulut yang bengkok, yang paling sering terjadi pada lesi pembuluh darah otak, tumor otak, dan ensefalitis.
2. Pemeriksaan Craniocerebral: CT Kranial atau pemeriksaan resonansi magnetik dapat digunakan untuk mengetahui lokasi lesi intrakranial.
3. Diagnosis banding: Berbeda dengan kelumpuhan wajah perifer, kelumpuhan wajah perifer adalah kelumpuhan semua otot wajah pada lesi, hilangnya gerakan emosional yang biasa dan refleks, dan dapat terjadi gangguan pengecapan. Hal ini sebagian besar terlihat pada infeksi flu, telinga atau meningeal dan neurofibroma.
Ketika kelumpuhan wajah terjadi, dianjurkan untuk dirawat di bawah bimbingan dokter.