Jantung berdebar sesekali dianggap sebagai palpitasi (detak jantung yang cepat, sering disertai kepanikan), yang mungkin terlihat pada fisiologis, aritmia, gagal jantung, neurosis, menopause, dan penyakit lainnya. 1. Psikologis: Gejala jantung berdebar sesekali dapat terjadi selama olahraga berat atau tekanan mental yang berlebihan, setelah minum alkohol, teh atau kopi kental, atau setelah menggunakan obat-obatan tertentu, seperti epinefrin atau tablet tiroid. 2. Aritmia: Takikardia, bradikardia, atrial flutter, fibrilasi atrium dan aritmia lainnya dapat menyebabkan palpitasi (detak jantung yang cepat, sering disertai kepanikan). 4. Neurosis: palpitasi (detak jantung yang cepat, sering disertai kepanikan) dapat terjadi akibat kecemasan dan kegembiraan emosional, tetapi tidak ada lesi organik pada jantung itu sendiri. 5. Menopause: sebelum dan sesudah menopause, akibat gangguan endokrin, palpitasi (detak jantung yang cepat, sering disertai kepanikan) juga dapat terjadi. Gejala palpitasi (detak jantung yang cepat, sering disertai kepanikan) perlu dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa dan diobati penyebabnya.