Apa yang harus dilakukan dalam tes kehamilan

Ada banyak hal yang perlu dilakukan untuk pemeriksaan kehamilan, termasuk memantau kesehatan ibu hamil dan janin. Pemeriksaan kehamilan umumnya diperlukan mulai dari usia kehamilan 6-8 minggu, empat minggu sekali sebelum 28 minggu, dua minggu sekali dari 28-36 minggu, dan seminggu sekali dari 36 minggu, dan jika ada kelainan, dokter akan menambah jumlah pemeriksaan sesuai dengan situasinya. 1. Pemantauan kesehatan ibu hamil: Pemeriksaan ibu hamil terutama meliputi pemeriksaan rutin seperti berat badan, tekanan darah, pengukuran tinggi rahim dan lingkar perut, serta pengamatan apakah ibu hamil mengalami oedema, dll. Pemeriksaan laboratorium meliputi pemeriksaan darah rutin, pemeriksaan urin, dan pemeriksaan urin. Pemeriksaan laboratorium meliputi pemeriksaan darah rutin, pemeriksaan urin, glukosa darah, pemeriksaan hati, pemeriksaan ginjal, dan pemeriksaan tiroid, dll. Pemeriksaan USG rutin juga diperlukan untuk mengetahui perkembangan janin. Jika ditemukan kelainan, tindakan yang ditargetkan dapat dilakukan. 2. Pemantauan kesehatan janin: terutama melalui pemeriksaan USG untuk mengetahui apakah perkembangan janin normal atau tidak, apakah plasenta normal atau tidak, berapa banyak air ketuban yang ada, dan apakah ada kelainan perkembangan janin. Selain itu, kami juga dapat memantau jantung janin untuk memastikan apakah janin menderita hipoksia intrauterin, dll. Selain itu, kami juga perlu melakukan pemeriksaan nt. Selain itu, pemeriksaan nt, yaitu pemeriksaan ketebalan tembus pandang janin, pemeriksaan sindrom Down, dan sebagainya, dapat secara efektif memeriksa kelainan kromosom, seperti trisomi 21, sehingga dapat dilakukan intervensi dini.