Cara mencegah dan mengobati migrain

  Mual adalah gejala paling umum yang menyertai migrain, terhitung lebih dari separuh gejala, dan sering kali sedang atau parah. Mual dapat mendahului timbulnya sakit kepala, atau dapat terjadi selama atau setelah timbulnya sakit kepala. Hampir separuh pasien mengalami muntah-muntah, dengan sebagian mengalami kelegaan yang signifikan dari serangan setelah muntah.  Banyak pasien yang mungkin juga mengalami penglihatan kabur, fotofobia, fonofobia dan disfungsi otonom lainnya seperti sering buang air kecil, disuria, hidung tersumbat, serangan panik, hipertensi, hipotensi dan bahkan aritmia jantung. Jika serangan melibatkan batang otak atau otak kecil, vertigo, ataksia, diplopia, gangguan pendengaran, tinitus, dan gangguan kesadaran dapat terjadi. Kelesuan dan rasa kantuk dapat terjadi setelah sakit kepala mereda. Beberapa orang mungkin merasa lelah, lapar atau anoreksia, poliurik, tekanan kulit kepala, dan nyeri otot. Perubahan psikosomatik seperti mudah tersinggung, mudah marah, depresi, kurang bicara dan bergerak juga dapat terjadi.  Pengobatan pencegahan migrain Tidak ada pengobatan khusus yang dapat mencegah migrain kambuh kembali. Namun, telah terbukti bahwa selain dari penyesuaian psikologis dan diet, pengobatan yang paling efektif adalah pengobatan pencegahan dalam interval migrain.  Keju, cokelat, buah sitrun, sarden yang diasinkan, hati ayam, tomat, susu, dan minuman asam laktat kaya akan tyramine. Tyramine adalah pemicu utama kejang pembuluh darah, jadi jika Anda memiliki riwayat migrain, sebaiknya jauhi makanan ini.  2. Waspadalah terhadap sosis dan hot dog Sosis, hot dog, ham, bacon dan daging yang diawetkan dan diasap lainnya, daging olahan dan makanan lain yang mengandung nitrit, serta makanan yang mengandung MSG, dapat menyebabkan migrain, jadi yang terbaik adalah makan sesedikit mungkin dalam kehidupan sehari-hari Anda.  Penelitian telah menemukan bahwa pengganti gula “Aspartam” dapat merangsang atau mengganggu ujung saraf secara berlebihan, meningkatkan ketegangan otot dan memicu migrain. Minuman bersoda rendah gula, minuman ringan rendah gula, permen karet bebas gula, es krim, multivitamin dan banyak obat resep, semuanya mengandung aspartam. Jadi, orang yang alergi terhadap pengganti gula dapat memicu sakit kepala hanya dengan seteguk kecil soda rendah gula.  4. Gunakan obat penghilang rasa sakit dan sirup dingin dengan hati-hati Obat penghilang rasa sakit bisa menjadi jebakan yang menggoda. Banyak orang mengonsumsi obat penghilang rasa sakit secara pribadi dalam upaya untuk menghilangkan rasa sakit, tetapi overdosis obat penghilang rasa sakit tidak hanya gagal menghilangkan rasa sakit, tetapi malah dapat menyebabkan “sakit kepala rebound” yang diinduksi oleh obat, sehingga membuat Anda mengalami migrain kronis. Jika Anda mengonsumsi lebih dari 2 atau 3 kali seminggu obat penghilang rasa sakit untuk meredakan rasa sakit, segera cari pertolongan medis!  5, suplementasi magnesium Magnesium dapat mengatur aliran darah dan mengendurkan otot. Bagi sebagian orang, kekurangan magnesium sedikit saja dapat memicu sakit kepala. Yayasan Sakit Kepala Nasional Amerika Serikat merekomendasikan bahwa yang terbaik adalah melengkapi 500 hingga 750 mg magnesium per hari. Suplemen magnesium dapat memiliki efek samping diare, jadi yang terbaik adalah meminumnya sesuai resep setelah berkonsultasi dengan dokter Anda. Atau secara teratur untuk makan lebih banyak makanan tinggi magnesium untuk suplemen makanan, misalnya: makanan gandum utuh, kacang-kacangan dan biji-bijian (seperti biji bunga matahari, almond, kacang mete, hazelnut, dll.), kembang kol, tahu, dll.  6.Suplemen vitamin B2 Penelitian telah menemukan bahwa dosis tinggi vitamin B2 oral dapat mengurangi frekuensi dan durasi serangan migrain, tetapi dosisnya tidak boleh melebihi 400 mg sehari.  7. Kurangi minum kopi Kafein menstimulasi sistem saraf dan mengganggu tidur, dan minum lebih banyak dapat membuat ketagihan, sementara berhenti minum kopi dapat memicu migrain. Oleh karena itu, yang terbaik adalah mengonsumsi kurang dari 100 mg kopi dalam sehari (sekitar secangkir kopi kental).  8. Kurangi minum anggur merah Semua minuman beralkohol dapat memicu sakit kepala, dan anggur merah khususnya mengandung lebih banyak bahan kimia pemicu sakit kepala. Jika Anda benar-benar ingin minum beberapa gelas, sebaiknya pilih vodka atau anggur putih, yang tidak berwarna.  9. Belajar untuk menghilangkan stres Jika Anda sering mengalami migrain karena stres di tempat kerja, mandi air hangat secara teratur atau cobalah beberapa teknik relaksasi otot, seperti teknik pernapasan perut: tarik napas perlahan-lahan, buat perut Anda membuncit keluar, dan buang napas untuk merasakan perut Anda perlahan-lahan mendatar.  10. Berolahraga secara teratur Bagi penderita migrain, latihan yang berfokus pada latihan pernapasan dan pengaturan napas (misalnya yoga, qigong) dapat membantu menstabilkan sistem saraf otonom dan mengurangi gejala-gejala seperti kecemasan dan otot tegang.