Konstipasi pada anak usia 13 tahun harus diperiksa secara memadai untuk menentukan apakah ada konstipasi organik, dan tes yang dapat dilakukan antara lain endoskopi, USG saluran cerna, tes transportasi kolon, dan pencitraan tinja.
1. Endoskopi: konstipasi anak usia 13 tahun jika berat badan turun atau disertai dengan anemia, sebaiknya dilakukan kolonoskopi, dapat langsung mengamati usus besar, rektum apakah ada lesi.
2. USG gastrointestinal: USG perut dapat memahami fungsi motilitas gastrointestinal, yang dapat membantu mendiagnosis etiologi sembelit.
3. Tes transportasi kolon: terutama digunakan sebagai penanda untuk sinar-X kedap air, ini dapat membantu untuk menilai apakah sembelit adalah tipe transmisi lambat atau tipe obstruksi keluar.
4. Fekografi: sembelit pada anak berusia 13 tahun juga dapat disebabkan oleh disinergia dasar panggul, dan fekografi dapat digunakan untuk mendiagnosis obstruksi jalan keluar seperti disinergia dasar panggul.
Penyebab konstipasi sangat banyak, harus dilakukan pemeriksaan yang sistematis untuk mengetahui penyebab penyakitnya, agar pengobatan lebih tepat sasaran, secara spesifik dapat berkonsultasi dengan dokter profesional.