Anak laki-laki dengan bekas jerawat biasanya memiliki bekas luka atrofi, yaitu bekas luka yang tertekan akibat hilangnya serat kolagen lokal atau kontraktur serat subkutan karena peradangan jerawat. Bekas luka tidak dapat sepenuhnya dihilangkan begitu muncul, dan dapat diperbaiki melalui obat-obatan topikal, fotolistrik, dan pengisi suntik.
1. Pengobatan topikal: Untuk pengobatan awal bekas luka keloid yang tertekan, pengobatan topikal dapat digunakan, termasuk gel faktor pertumbuhan, salep cumeneoside, dan krim polisulfat mukopolisakarida.
2. Teknologi fotolistrik: Saat ini, laser fraksional karbon dioksida, laser erbium, dan teknologi fotolistrik lainnya dapat memperbaiki bekas luka keloid yang tertekan, terutama laser fraksional karbon dioksida yang merupakan perawatan yang paling umum digunakan.
3. Suntikan dan pengisi: Misalnya, asam hialuronat dan lemak autologus dapat disuntikkan ke bagian bekas luka yang tertekan untuk mengisi kekurangan volume di area yang tertekan, yang secara signifikan dapat meningkatkan penampilan bekas luka.
Untuk pasien pria dengan bekas jerawat, disarankan agar mereka pergi ke rumah sakit biasa tepat waktu dan di bawah bimbingan spesialis untuk mendapatkan perawatan standar.