Pada pasien dengan kelumpuhan saraf wajah, pipi mengembang dan bersiul mengeluarkan udara karena sisi mulut yang terkena tidak dapat ditutup. Kelumpuhan saraf wajah (neuritis wajah, Bell’s palsy, sindrom Hunter), umumnya dikenal sebagai “kelumpuhan wajah”, “mulut bengkok”, “mulut bengkok”, dan “angin menggantung” adalah suatu kondisi umum yang ditandai dengan disfungsi otot-otot motorik pada ekspresi wajah, dengan gejala umum berupa mata dan mulut yang bengkok. Ini adalah penyakit yang umum dan sering terjadi, yang tidak dibatasi oleh usia. Wajah pasien sering kali tidak dapat melakukan gerakan yang paling dasar sekalipun, seperti menaikkan alis, menutup mata, dan mengembungkan mulut. Metode pemeriksaan untuk kebocoran pipi dan bersiul: 1. Elektromiografi: Dengan menggunakan elektroda jarum yang dimasukkan ke dalam otot wajah dan merekam potensial aksi, misalnya, ketika saraf terputus, otot kehilangan kemampuan untuk berkontraksi dan potensial aksi menghilang dengan segera. Pada hari keduabelas setelah penyumbatan total akson, aktivitas saat ini menghilang sepenuhnya dan potensi fibrilasi kontinu spontan muncul, yang kemudian mengindikasikan bahwa saraf kondisi degeneratif telah terjadi. Jika potensi fibrilasi dan unit motorik telah hilang, maka otot telah sepenuhnya fibrotik dan tidak ada lagi indikasi untuk pembedahan. 2. Neurografi: Cabang saraf wajah pada foramen mastoid distimulasi dengan menggunakan tusukan bipolar, mirip dengan tes stimulasi maksimal, dan perbedaan antara kedua sisi dibandingkan, yaitu persentase degenerasi saraf, dengan mencatat total potensi gabungan. Bila tingkat degenerasi mencapai 90% atau lebih dalam dua minggu, nilainya belum sepenuhnya pulih. Karena tes ini tidak dapat mengidentifikasi tingkat kerusakan sebagai disintegrasi aksonal atau disintegrasi saraf, tes ini hanya dapat digunakan untuk menilai kemungkinan saraf belum pulih.