Penilaian hemoptisis

Hemoptisis klinis sulit diperkirakan secara akurat, karena volume perdarahan yang sebenarnya tidak selalu sesuai dengan volume hemoptisis karena adanya lumen pernapasan yang tidak efektif dan fakta bahwa sebagian hemoptisis tertelan melalui mulut. Secara umum, hemoptisis lebih dari 400 mL dalam 24 jam atau hemoptisis tunggal lebih dari 100 mL, serta hemoptisis lebih dari 600 mL dalam 48 jam, umumnya dikenal sebagai hemoptisis makro. Untuk beberapa pasien lanjut usia dan pasien dengan fungsi kardiopulmoner yang buruk, volume hemoptisis yang melebihi 100 mL dalam 24 jam umumnya dikenal sebagai hemoptisis. Hemoptisis adalah salah satu penyakit pernapasan kritis, yang terutama menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa seperti syok hemoragik dan asfiksia, sehingga pasien dengan hemoptisis perlu mendapatkan perawatan yang tepat waktu dan efektif untuk menghindari konsekuensi yang serius.