Mual dan kurang nafsu makan dapat disebabkan oleh gangguan pencernaan, virus hepatitis B, efek psiko-emosional, dan sebagainya.
1. Dispepsia: Dispepsia adalah penyakit yang memengaruhi fungsi pencernaan, dengan gejala umum seperti kehilangan nafsu makan, ketidaknyamanan epigastrium, rasa penuh pascapersalinan, bersendawa (bersendawa), refluks asam lambung, mual, dan muntah.
2. Virus hepatitis B: Infeksi virus hepatitis B yang disebabkan oleh penyakit menular, dengan kelelahan, kehilangan nafsu makan, muntah, anoreksia, mual, hepatomegali, kelainan fungsi hati sebagai manifestasi gejala utama.
3. Efek psiko-emosional: Ketika ada banyak emosi negatif, seperti kesedihan, depresi, stres, kecemasan, ketegangan, kepanikan, dll., Ini akan berdampak negatif pada sistem pencernaan manusia, mual, kehilangan nafsu makan, dan gejala lainnya.
Mungkin ada alasan lain untuk mual dan kurang nafsu makan, Anda dapat pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan yang relevan untuk memperjelas kondisinya.