Makan daging saja tidak akan membuat Anda tumbuh, tetapi nutrisi yang seimbang adalah kuncinya

Banyak orang tua yang mengaitkan pertumbuhan anak mereka yang lambat dengan pola makan yang buruk, karena anak mereka pilih-pilih makanan sehingga mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi mereka, dan mereka tumbuh dengan lambat. Namun baru-baru ini, beberapa orang tua menemukan bahwa bayi mereka makan dengan baik, makan dengan baik, bahkan makan banyak daging, tetapi masih merasa bahwa anak-anak mereka tumbuh dengan lambat, inilah alasannya. Hari ini penulis ada di sini untuk memberikan jawabannya. Alasannya adalah karena nutrisi dalam tubuh manusia berada dalam keseimbangan yang dinamis, yaitu asupan dan konsumsi enam nutrisi utama seperti protein berada dalam hubungan yang sesuai. Sebagai contoh, tubuh manusia mengambil sejumlah protein dari makanan setiap hari, yang diuraikan, diserap, dan digunakan di usus dan diangkut ke berbagai jaringan dan organ di seluruh tubuh melalui peredaran darah untuk mengimbangi protein yang dikonsumsi untuk pertumbuhan, pembaharuan, dan perbaikan jaringan. Jika asupan protein anak berlebihan dalam jangka waktu yang lama dan melebihi kebutuhan tumbuh kembangnya, maka protein yang berlebihan tersebut tidak hanya tidak akan digunakan oleh tubuh, tetapi juga akan terurai dan menjadi limbah dalam proses penguraian. Produk akhir dari proses penguraian akan menjadi nitrogen dan berbahaya bagi tubuh anak. Amonia yang dihasilkan dari proses penguraian diubah menjadi urea di dalam hati dan kemudian diekskresikan oleh ginjal, yang tentunya akan menambah beban pada hati, ginjal, dan saluran pencernaan. Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan gangguan nutrisi. Pada saat yang sama, protein dan nutrisi lainnya mengkonsumsi lebih banyak kalori selama proses pencernaan dan penyerapan daripada gula dan lemak, sehingga asupan protein yang berlebihan akan meningkatkan konsumsi kalori ekstra tubuh, sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan serta tinggi badan anak.