Sering makan dengan tangan pada bayi bisa jadi merupakan fenomena fisiologis, atau bisa juga disebabkan oleh defisiensi zinc, anemia defisiensi besi dan penyakit lainnya. 1. Fenomena fisiologis: seringnya bayi makan dengan tangan sebagian besar dianggap disebabkan oleh faktor fisiologis seperti pemberian makan yang tidak mencukupi dan rasa tidak aman, yang secara bertahap dapat berkurang seiring bertambahnya usia. 2. Kekurangan seng: penyebab umum dari penyakit ini termasuk asupan seng yang tidak mencukupi, kebutuhan yang meningkat, hambatan penyerapan usus, cacat genetik, kehilangan seng yang berlebihan, dll. Gejala umumnya adalah anoreksia, keterbelakangan tumbuh kembang, xenofagia, dll., dan beberapa bayi yang terkena dampaknya akan terlihat sering makan tangan. 3. Anemia defisiensi besi: terjadinya penyakit ini terkait dengan asupan zat besi yang tidak mencukupi, peningkatan kebutuhan zat besi, dan kehilangan zat besi yang berlebihan. Gejala yang umum terjadi adalah xerostomia, kurangnya perhatian, mudah tersinggung, dan xerophagia, yang dapat dimanifestasikan sebagai seringnya makan dengan tangan pada anak-anak yang terkena. Mungkin ada alasan lain bagi bayi untuk sering makan tangan, jadi disarankan untuk pergi ke rumah sakit tepat waktu, meningkatkan pemeriksaan untuk mengklarifikasi penyebab penyakit, dan kemudian memberikan perawatan atau terapi yang ditargetkan di bawah bimbingan dokter.