Prinsip utamanya adalah meningkatkan tekanan osmotik melalui konsentrasi sorbitol dan gliserin yang tinggi, sehingga lebih banyak air mengalir ke dalam usus untuk melunakkan feses, dan untuk merangsang dinding usus, menyebabkan refleks buang air besar untuk memfasilitasi pengeluaran feses. Gliserin sendiri memiliki efek pelumas, tidak hanya sebagai pelumas, tetapi juga sebagai zat yang menghidrasi dan melembabkan, yang juga membantu melancarkan buang air besar. Karena merupakan pencahar stimulan, ia bekerja dengan cepat dan cocok untuk pasien dengan tinja yang tersumbat atau mereka yang perlu buang air besar dengan segera. Namun, penggunaan minyak dalam jangka panjang dapat dengan mudah menyebabkan sembelit karena rektum menjadi kurang sensitif akibat rangsangan yang berlebihan.